Perkembangan Teknologi | Perkembangan Teknologi Jepang - PERKEMBANGAN TEKNOLOGI 2 | TECHNOLOGY

Breaking

Jumat, 05 Juli 2019

Perkembangan Teknologi | Perkembangan Teknologi Jepang


Soft opening 20 June 2019
Robopark Finally settled at Baywalk Mall 5th floor

--------

Paparan Radiasi 5G Bagi Masyarakat Tak Urungkan Jepang Hingga Eropa Untuk Gunakan 5G


bahaya 5G bagi kesehatan

Perkembangan Teknologi | Beberapa negara saat ini berlomba-lomba mengembangkan teknologi laksana kecerdasan produksi (Articifial Intelligence/AI), Internet of Things (IoT), dan lainnya. Bagi mengimbangi pertumbuhan tersebut, perlu internet yang cepat. Jaringan internet generasi kelima alias 5G juga menjadi pilihan. Korea Selatan, Jepang, Tiongkok, dan Amerika Serikat (AS) menjadi negara yang paling mula mengadopsi 5G. Di Eropa, sejumlah negara masih mengkaji akibat 5G untuk kesehatan. Namun, Swiss tetap membolehkan perusahaan telekomunikasinya, Swisscom, mengenalkan ponsel 5G kesatu di negara tersebut.

Switzerland’s Federal Office of Communications menyerahkan izin untuk Swisscom guna menawarkan layanan 5G secara komersial. “Jaringan tersebar di semua kota besar dan area wisata di Swiss, menjadikannya negara ketiga dengan layanan 5G komersial yang cocok standar,” demikian dilansir dari Venture Beat, sejumlah waktu kemudian (19/4).


Padahal, di antara wilayah di Swiss, Vaud, menghentikan pembangunan pemancar 5G sebab persoalan kesehatan. Karena itu, pemeritah Swiss berjanji bakal mengukur radiasi 5G dan mengucapkan hasilnya untuk publik. Di samping Swiss, Finlandia menjadi di antara negara di Eropa yang mengadopsi 5G meski sejumlah masyarakatnya menolak. 

Warga pun menciptakan petisi bertema Helena Ertz, meminta pemerintah Finlandia untuk tidak mengizinkan 5G. Petisi itu dibuntuti oleh lebih dari 2.300 pendukung, tergolong ilmuwan dan dokter. Alasannya, base transceiver station (BTS) 5G lebih tidak sedikit dan lokasinya berdampingan dibanding 4G. Hal ini dikhawatirkan menambah paparan radiasi terhadap masyarakat. Meski begitu, Filandia tetap mengadopsi 5G. Bahkan, negara itu mulai mengembangkan 6G.

Teknologi 5G dikembangkan oleh pemerintah Finlandia bareng dengan Nokia dan Universitas Qulu. Salah satu maskapai Finlandia juga menjadi di antara pionir yang mengerjakan komersialisasi 5G. Beberapa negara di Asia dan AS pun gencar mengadopsi 5G. SDX Central melaporkan, perusahaan telekomunikasi asal Korea Selatan, SK Telecom mengakuisisi spektrum frekuensi 3,5 GHz dan 28 GHz guna memperluas layanan 5G. 


Korea Telecom bahkan menguji jajaki 5G di Bokwang, Gangneung, Jeongseon, PyeongChang, dan Seoul pada tahun lalu. Lalu, jaringan 5G di Tiongkok diduga mencapai 40% dari semua wilayah pada 2025. Studi Akademi Teknologi Informasi dan Komunikasi Tiongkok memprediksi, kontribusi 5G menjangkau 3,2% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) di Negeri Panda itu. Teknologi ini pun diproyeksi membuat delapan juta kegiatan dan meningkatkan nilai ekonomi 2,9 triliun yuan pada 2030. Di Jepang, 5G diuji jajaki untuk pemakaian pesawat tanpa awak alias drone dengan AI. 

Nikkei Asian Review melaporkan, NTT DoCoMo dan Sohgo Security Services akan menggunakan 5G dalam menangani ketenteraman selama upacara pendahuluan Olimpiade 2020. Produsen perangkat telekomunikasi asal Swedia, Ericsson, memproyeksikan lima sektor yang akan masif mengadopsi teknologi 5G pada 2026. Kelima sektor itu ialah manufaktur, ketenteraman publik (public safety); kesehatan; transportasi umum; dan utilitas. Vice President Network Services Ericsson Indonesia Ronni Nurmal menjelaskan, 5G memungkinkan perusahaan mendapat layanan jaringan dengan tingkat latensi atau keterlambatan transmisi data yang rendah. "Kelima sektor itu, kami prediksi dapat mengadopsi 5G di 2026," kata dia, akhir tahun lalu.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar