Perkembangan Teknologi | Perkembangan Teknologi Komunikasi - PERKEMBANGAN TEKNOLOGI 2 | TECHNOLOGY

Breaking

Kamis, 11 Juli 2019

Perkembangan Teknologi | Perkembangan Teknologi Komunikasi




Hasil gambar untuk public relation


Perkembangan TeknologiPublik Relations bertanggung jawab untuk menyerahkan informasi, mendidik, meyakinkan, meraih simpati, dan membangunkan ketertarikan masyarakat bakal sesuatu atau menciptakan masyarakat memahami dan menerima suatu situasi.

Dra. Christiana Sahertian, MM yang adalah dosen Public Relations Universitas Merdeka (Unmer) dan pun termasuk dalam di antara Penasehat Perhumas (Indonesian Public Relations chapter Malang) mengungkapkan, dunia Public Relations ialah sangat dinamis. Karenanya semua praktisi PR mesti dapat melihat dan mengantisipasi setiap kesempatan untuk mengawal reputasi baik perusahaan. “Setiap isu yang berkembang mempunyai potensi guna menjadi krisis. Sebelum urusan tersebut terjadi, telah seharusnya TIM Manajemen Isu dan Krisis bekerja sama guna meredam dan menyerahkan statement yang jujur untuk media maupun publik,” kata wanita yang akrab disapa Bunda Christin saat didatangi Malang Post di kantor Prodi Ilmu Komunikasi Unmer Malang.


Perempuan kelahiran Malang 26 Februari 1961 tersebut mengatakan bahwa seorang Public Relations mesti mempunyai sense of Crisis. “Krisis bukanlah urusan yang terencana dan diinginkan. Karenanya sebagai seorang PR anda harus mempunyai sense of crisis. Hal ini tampak dari bagaimanan PR mesti proaktif dalam menyaksikan lingkungan. Kemudian mesti dapat menganalisis firasat atau tahapan apa yang mesti di kerjakan kesatu kali guna menghadapi publik, dan yang terpenting ialah memonitor media sebagai akibat pengaruh sangat besar untuk stakeholder,” ucapnya.

Lebih lanjut Bunda Christin menuturkan, seorang PR pun harus dapat memprediksi dari mula terhadap terjadinya sebuah krisis baik dari internal, external dan lingkungan.

“Jika krisis tersebut sudah terjadi, maka kesebelasan manajemen krisis mesti sigap yakni mengerjakan perencanaan, identifikasi, tetapkan strategi dan komunikasi,” tambahnya.

Tidak melulu sense off Crisis, Bunda Christin pun memaparkan dengan berkembangnya teknologi komunikasi, berita dan informasi sekarang dapat disebar dalam hitungan detik melewati internet. Di samping membawa akibat positif, internet pun memiliki akibat negatif terutama dalam konteks peran PR. Melalui internet, berita oleng dapat tersebar sama cepatnya dengan berita dan informasi yang sesungguhnya. 


“Disinilah seorang PR berperan besar dalam menangkis pemberitaan oleng bersangkutan perusahan yang dapat dominan  buruk untuk citra perusahaan. Di era digital kecepatan dan ketegasan dalam bekerja adalahhal nomor satu yang mesti dipunyai oleh seorang praktisi PR,” paparnya.

Selain pertumbuhan teknologi komunikasi, seorang PR pada era ini pun harus bersiap pengaruh media massa yang memiliki keterampilan untuk menyebarkan perkabaran dan memprovokasi paradigma masyarakat. Tugas seorang PR Ialah sebagai sumber informasi yang dapat diandalkan  oleh masyarakat dan terbukti kebenarannya. “Disini seorang PR mesti menyesuaikan pemakaian tata bahasa yang dipakai dengan tingkat pendidikan, sosial, dan demografis masyarakat yang nantinya bakal menerima informasi ini. Bahasa yang dipakai haruslah mempunyai sifat umum dan bisa diterima oleh masyarakat luas. Penyampaian informasi yang dilaksanakan juga mesti mempunyai sifat cepat, menilik praktisi PR mesti mengimbangi kecepatan informasi yang terjadi kini ini,” lanjutnya.

Bunda Christin pun adalahsalah satu Motivator & Fasilitator Terbaik di Indonesia, dalam bidang pengembangan diri dan komunikasi, ia mengurangi bahwa seorang PR mesti mengetahui manajamen krisis secara jelas karena tersebut akan memprovokasi citra dan reputasi sebuah perusahaan maupun institusi. Selain tersebut pendidikan yang disertai dengan pengetahuan teknologi komunikasi tentang praktik PR sangat diperlukan demi mengawal kualitas praktisi PR di masa depan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar