Perkembangan Teknologi | Perkembangan Teknologi Komunikasi - PERKEMBANGAN TEKNOLOGI 2 | TECHNOLOGY

Breaking

Jumat, 26 Juli 2019

Perkembangan Teknologi | Perkembangan Teknologi Komunikasi




Perkembangan Teknologi | Sewaktu investasi baru sektor lainnya cekak, ekonomi digital bareng dengan sektor pergudangan dan transportasi, mencatatkan perkembangan mengesankan.

Presiden Joko Widodo sudah mengutarakan visi pembangunan periode kedua. Salah satu yang digarisbawahi merupakan, membasmi hambatan investasi.

Minimnya investasi, menciptakan pemerintah akan kelimpungan. Laju produksi sampai ekspor bakal melambat, bersamaan pula tingkat pengangguran ikut melonjak.


Hanya saja, pada sudut berbeda, terlihat adanya tren arah investasi asing yang tak lagi hanya lari ke sektor pertambangan ataupun industri. Pemerintah sudah cukup sukses mendongkrak pembangunan infrastruktur yang menjadikan sejumlah sektor laksana transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi sebagai primadona baru untuk investasi asing.

Rekapitulasi data Penanaman Modal Asing (PMA) barangkali menimbulkan kerisauan untuk pemerintah. Pasalnya, PMA merasakan penurunan sebesar 9 persen pada tahun lalu.

Nilai borongan PMA itu sebesar US$29,3 miliar. Investasi sangat besar masih digelontorkan untuk sektor listrik, gas, dan air.

Sektor itu menjadi primadona semenjak 2017, dan sehubungan erat dengan proyek elektrifikasi nasional yang massif. Tren itu berlanjut sampai kuartal kesatu tahun ini, di mana PMA sektor listrik, gas dan air menjangkau US$1,52 miliar atau 25 persen dari total investasi asing yang sebesar US$6,08 miliar.


Sektor usaha lainnya yang jadi magnet untuk investasi asing yakni transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi. Beberapa pihak menengarai laju perkembangan signifikan sektor tersebut berkaitan dengan imbas pembangunan infrastruktur dari pemerintah.

Pembangunan infrastruktur seolah menghidupkan nadi bisnis sektor logistik yang memungkinkan pembangunan pusat pergudangan baru. Tetapi, lebih jauh ada geliat baru yang mengindikasikan bergesernya arah perekonomian nasional, yakni pertumbuhan ekonomi digital.

Sektor Information and Communication Technologies (ICT) secara nyata menggeliat di tidak sedikit negara, termasuk area Asean. Aliran PMA juga disinyalir deras merambah sektor usaha rintisan berbasis digital tersebut.

Pada periode 2016-2018, rata-rata PMA yang masuk ke sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi sebesar US$3 miliar. Geliat investasi asing ke sektor itu pun mengungguli sektor manufaktur, terutama industri makanan.

Hingga ketika ini, sektor industri makanan belum beranjak membaik. Hal ini ditandai dengan merosotnya PMA yang diserap sektor tersebut, dari kisaran US$3 miliar pada 2014, menjadi US$1,3 miliar pada tahun lalu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar