Perkembangan Teknologi | Perkembangan Teknologi Untuk Bisnis - PERKEMBANGAN TEKNOLOGI 2 | TECHNOLOGY

Breaking

Rabu, 17 Juli 2019

Perkembangan Teknologi | Perkembangan Teknologi Untuk Bisnis


20161125- Pameran Indonesia Franchise & SME Expo IFSE-Jakarta-Angga Yuniar

Perkembangan Teknologi | Ketua Umum Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) Andrew Nugroho mengungkapkan, pelaku usaha waralaba sudah sepatutnya beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

"Berdasarkan keterangan dari saya untuk seluruh jenis usaha mesti beradaptasi (dengan perkembangan teknologi). Karena tersebut sudah keperluan utama," ujar dia, di JCC, Jakarta, Jumat (5/7).

"Jadi meskipun jualannya hanya kue, semuanya mesti beradaptasi dengan teknologi yang kini ini," lanjut Andrew.

Dia juga menegaskan bahwa pelaku bisnis waralaba yang bernaung di bawah AFI sudah komit guna menyelaraskan bisnis dengan perkembangan teknologi. Meskipun memang dalam implementasi dibutuhkan proses.


"Semua siap. Semua mau. Cuma kan tidak dapat langsung. Jadi barangkali yang punya rumah santap kecil dia sudah mulai gunakan apps, sudah mulai dapat order online melewati online delivery. Semua inginkan ikut hanya memang tidak dapat langsung 100 persen high tech kan enggak bisa," ujarnya.

Salah satu contoh, kata dia, sebanyak pelaku bisnis waralaba yang menjadi anggota AFI sudah mulai merealisasikan pembayaran dengan digital.

"(Pembayaran online) Indonesia tidak ketinggalan. Bisa bayar gunakan lewat mobile. Sudah terdapat kok," tandasnya.

Pengusaha yang mempercayai waralaba tumbuh 10 persen pada 2019

Presiden Asosiasi Waralaba Indonesia (AFI), Andrew Nugroho, mengatakan dia yakin pengembangan waralaba di Indonesia akan mencapai 10 persen pada 2019 secara tahunan (year-on-year). Bantuan pembangunan berasal dari sektor makanan dan minuman (Mamin).


"Target kami growth 10 persen guna tahun 2019 year on year. Kalau tahun kemudian enggak hingga 10 persen. Mungkin selama 5 hingga 6 persen," kata dia, usai pendahuluan IFRA 2019, di JCC, Jumat (5/7/2019).

Keyakinan tersebut, ungkap dia, lumayan beralasan. Karena pangsa pasar Indonesia yang masih besar untuk dikerjakan oleh pelaku bisnis waralaba.

"Paling tidak sedikit mamin. Karena memang pasar Indonesia besar sekali. Masih luas. Memang barangkali untuk orang mengawali jualan kopi, kue, lebih simple mudah jadi tidak sedikit buka," jelas Andrew.

Meskipun demikian, dia menuliskan pihaknya menyaksikan bahwa sektor-sektor di samping Mamin pun akan merasakan perkembangan. Salah satunya bisnis waralaba yang bergerak di sektor jasa.

Ya (Mamin sangat besar menopang perkembangan). Tapi pun sektor lainnya laksana jasa-jasa kursus, minuman, minimart pun tetap tidak sedikit masih populer juga. Karena Indonesia luas sekali. Pasar besar sekali," tandasnya.


Genjot perkembangan Industri Waralaba, AFI Selenggarakan IFRA 2019

Asosiasi Waralaba Indonesia (AFI) bekerja sama dengan Dyandra Promosindo, siap untuk mengadakan pameran waralaba dan konferensi dengan tema 'Pameran dan Konferensi Waralaba Internasional, Lisensi dan Pameran Bisnis (IFRA) 2019'.

IFRA 2019 akan berlangsung dari 5 hingga 7 Juli 2019 di Jakarta Convention Center (JCC). Pameran ini, dengan tema 'Hubungkan bisnis Anda ke pasar waralaba global', bertujuan untuk mendukung pengembangan bisnis waralaba di Indonesia.

Selain itu, tentu diinginkan untuk memfasilitasi dan memberikan kepada semua franchisee untuk bersaing di pasar global.

"Pangsa pasar waralaba Indonesia besar dan didukung oleh permintaan tinggi dari masyarakat. Secara umum, ruang belajar relatif muda dan membutuhkan ruang untuk sosialisasi dan sosialisasi. Terutama, semakin melimpah." , katanya, di JCC, Jakarta.


Pemerintah, terutama Kementerian Perdagangan (Kemendag) sudah berkomitmen guna terus menyokong tumbuh bisnis waralaba lokal. Salah satunya lewat fasilitas dalam perizinan.

"Hal yang anda prioritas fasilitas mendukung legalitas waralaba. Dengan adanya pernyataan pemerintah maka akan terbuat kepastian hukum, transparansi, dan trust suatu bisnis," urai dia.

"Kemendag berkomitmen memberi pertolongan kepada semua pelaku usaha. Kemendag pun memberi fasikutas guna pameran waralaba luar negeri guna membuka kesempatan pebisnis waralaba," imbuhnya.

Dengan demikian, diinginkan bisnis waralaba lokal bisa tumbuh. Tidak saja guna melayani keperluan pasar dalam negeri, melainkan pun untuk merambah pasar luar negeri.

"Kuatnya pesona meningkatkan daya tawar dalam negeri supaya waralaba lokal terus berkembang. Waralaba lokal berskala internasional bisa berperan sebagai agen ganda guna ekspor," ujar dia.H

Tidak ada komentar:

Posting Komentar