Perkembangan Teknologi | Perkembangan Teknologi Untuk Pendidikan - PERKEMBANGAN TEKNOLOGI 2 | TECHNOLOGY

Breaking

Rabu, 17 Juli 2019

Perkembangan Teknologi | Perkembangan Teknologi Untuk Pendidikan


Hasil gambar untuk Industri 4.0, Pendidikan Inklusi Dapat Manfaatkan Teknologi Informasi

Perkembangan Teknologi | Universitas Negeri Surabaya (Unesa) bareng Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, serta Southeast Asia Ministers Of Education Regional Centre for Special Education (SEAMEO SEN) melangsungkan konferensi edukasi inklusi di Hotel Shangri-La Surabaya, Sabtu sampai Senin (13-15/7/2019)

Bertema Elevating Innovation for Sustainable Development of Special Education, Unesa Surabaya mengerjakan upaya pengembangan edukasi inklusi mengakomodasi murid berkebutuhan khusus. Kegiatan ini menjadi forum berbagi, untuk seribu lebih peserta dari 20 negara.


Rektor Unesa, Nurhasan mempercayai kekhususan yang dipunyai oleh anak berkebutuhan eksklusif seharusnya tidak menjadi batasan untuk mereka guna mengembangkan bakat dan potensi.

Dengan menyimak perkembangan dan edukasi anak inklusi menjadi unsur penting, terutama untuk orang tua, pendidik, dan semua pihak lainnya.

"Di Indonesia, masih terdapat lebih dari satu juta anak inklusi yang tidak mengenyam edukasi di sekolah. Mengukuhkan peran penting tidak sedikit pihak untuk menolong anak inklusi mengembangkan potensinya tanpa diberi batas oleh kekhususan yang dipunyai anak," katanya.

Dengan industri 4.0, penyelenggara edukasi dituntut untuk membenahi diri. Inovasi-inovasi pembelajaran untuk peserta didik inklusi sekarang harus lebih tidak sedikit memanfaatkan teknologi informasi yang ada.


"Pemberi layanan pendidikan untuk anak inklusi dan anak dengan kepintaran istimewa diinginkan tidak gagap teknologi dan mesti dapat mengikuti tren. Pendidikan inklusif yang selaras dengan era digitalisasi diinginkan mampu membekali peserta didik dapat berinteraksi dengan baik di tengah masyarakat," ujarnya.

"Pendidikan terus berkembang dan ketika ini inovasi-inovasi baru paling penting, terutama inovasi pembelajaran untuk pendidikan peserta didik yang berkebutuhan khusus, dan ini menjadi kendala dan peluang untuk mereka yang terlibat," imbuhnya.

Staf Ahli Bidang Inovasi dan Daya Saing Kemendikbud, Ananto Kusuma Seta mengapresiasi berlangsungnya forum ini sekaligus berterima kasih pada SEAMEO yang memberi peluang penyelenggaraan konferensi ini di Surabaya. Ia menyuruh para peserta merefleksikan edukasi sebagai hak dan keperluan dasar.

"Pendidikan ialah dasar dari masing-masing hak manusia. Setiap orang boleh mengerjakan apapun tetapi harus memerlukan pendidikan sebab pendidikan ialah dasar bersosialisasi," katanya.


Di samping itu, Direktur SEAMEO SEN, Salmah pun merasa senang dengan acara ICSE sebab sesuai dengan visi SEAMEO yang salah satunya menolong anak-anak berkebutuhan khusus.

Tujuh Visi SEAMEO yaitu menjangkau pendidikan anak umur dini secara menyeluruh, menanggulangi hambatan untuk edukasi inklusi, keawetan dalam menghadapi suasana darurat.

Mempromosikan edukasi dan pelatihan kemahiran maupun kejuruan, revitalisasi edukasi guru, harmonisasi edukasi tinggi dan penelitian, serta mengadopsi kurikulum abad ke-21.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar